Mbinudita Barat dan Timur, Kering dan Basah

September 7, 2020
Bukit sekolah Mbinudita selain menjadi pemisah Mbinudita bagian timur dan barat, bukit tersebut juga menjadi semacam satu benteng pemisah daerah dengan sumber air melimpah dan daerah kering kerontang. Mengapa terbentuk kubu kering dan kubu air melimpah padahal masih di desa yang sama, yaitu Desa Persiapan Mbinudita? Siang hari itu, seperti biasa untuk memeriksa perkembangan pembangunan […]

Bukit sekolah Mbinudita selain menjadi pemisah Mbinudita bagian timur dan barat, bukit tersebut juga menjadi semacam satu benteng pemisah daerah dengan sumber air melimpah dan daerah kering kerontang. Mengapa terbentuk kubu kering dan kubu air melimpah padahal masih di desa yang sama, yaitu Desa Persiapan Mbinudita?

Siang hari itu, seperti biasa untuk memeriksa perkembangan pembangunan sekolah, staff kawan baik Sumba berkunjung ke Desa Mbinudita. Saat itu sedang mengawasi proses pengangkatan batu pondasi ke area pembangunan sekolah. Ketika tiba di desa, tampaklah anak-anak yang penampilannya sangat lusuh dan lumayan kotor. Bukan hanya pakaiannya yang tidak bersih, namun wajahnya juga yang tampak bernoda serta rambut yang kusut kering melengkapi.
Setelah ditanyai ternyata air sangatlah sulit didapat didaerah tersebut dan sudah menjadi hal biasa ketika anak berhari-hari tidak mandi. Sangatlah sulit bagi mereka untuk mendapatkan akses air bersih, harus berjalan kaki melintas jalan berbatu dan pematang sawah untuk sampai di mata air yang jaraknya 1,5 kilometer dari kampung mereka. Selain berjalan kaki, terkadang mereka menunggangi kuda ataupun kerbau agar bisa membawa air dalam jerigen ke rumah.

Selama lebih dari lima tahun, sumber air di Kampung Padiratana adalah sumur sedalam 16 meter dan di Kampung Wondenu adalah sumur sedalam 32 meter yang sudah berumur belasan tahun, dimana keduanya merupakan sumur yang digali secara manual oleh warga setempat secara gotong royong. Kini, debit air yang naik sangat sedikit dan itu juga sudah sangat keruh bahkan terkadang berwarna hitam.

Selama bertahun-tahun warga Desa Mbinudita bagian timur ini mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih sementara itu di bagian barat desa air melimpah hingga mengairi sawah-sawah. Selain ketersediaan listrik, kemudahan dalam mengakses air bersih adalah keinginan warga Mbinudita.

 

Berita Terbaru

Hari Jadi ke-15: Satu Setengah Dekade Aksi dan Penyembuhan
Februari 6, 2024

Hari Jadi ke-15: Satu Setengah Dekade Aksi dan Penyembuhan

Rayakan bersama kami saat kami memperingati 15 tahun komitmen teguh Fair Future Foundation dalam menyediakan layanan kesehatan penting, air bersih,...
read more
Memerangi Kekurangan Obat di Sumba Timur: Hari Harapan
Februari 5, 2024

Memerangi Kekurangan Obat di Sumba Timur: Hari Harapan

Di Sumba Timur, kekurangan obat-obatan sudah mencapai titik kritis dan hampir mendekati krisis. Namun ada harapan dalam bentuk Fair Future...
read more
Kawan Sehat: Transformasi Layanan Kesehatan di Pedesaan Indonesia
Februari 1, 2024

Kawan Sehat: Transformasi Layanan Kesehatan di Pedesaan Indonesia

Petugas kesehatan Kawan Sehat melakukan lebih dari sekedar mentransformasikan layanan kesehatan; mereka menyelamatkan nyawa di daerah paling terpencil di Indonesia....
read more
Lompatan Sumba Timur: Akses Air & Upaya Sanitasi Bersatu
Februari 1, 2024

Lompatan Sumba Timur: Akses Air & Upaya Sanitasi Bersatu

Pertemuan krusial terjadi di Waingapu, di mana sebuah proyek bernama #WaterConnections Laindatang diluncurkan. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan air bersih...
read more