Sambungan Air Laindatang Tahap IV
Tanggal Rilis Proyek : 1 Mei 2025
Pemimpin Proyek : Alyuprayitno Umbu Makaborang (Kawan Ino)
Tipe Pendanaan: Hibah & Donasi
Durasi : 5 bulan
Masalah
Kelangkaan air musiman: Desa Laindatang menghadapi musim kemarau yang panjang, sehingga akses air bersih sulit dijangkau untuk kehidupan sehari-hari.
Beban ekonomi: Keluarga terpaksa membeli air mahal dari truk tangki.
Risiko kesehatan: Ketersediaan air yang terbatas berdampak pada kebersihan, sanitasi, dan kesehatan masyarakat.
Gangguan pendidikan: Anak-anak sekolah dan guru berjuang dengan sanitasi yang buruk dan kurangnya air bersih di lingkungan sekolah.
Aksi Kami
Melakukan survei dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, warga desa, dan tim teknis.
Membangun reservoir beton bertulang semi-terpendam berkapasitas 110.000 liter yang terintegrasi dengan sistem pemanenan air hujan.
Memfasilitasi keterlibatan masyarakat melalui kerja sukarela, kerja bakti, dan berbagi sumber daya.
Membentuk Komite Air Bersih yang beranggotakan warga untuk mengelola fasilitas secara berkelanjutan.
Menjadwalkan upacara penyelesaian bersama pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk meningkatkan rasa kepemilikan dan kesadaran.
Goal Kami
Pastikan Akses Air Bersih yang Andal
Bangun waduk penampungan air hujan beton bertulang berkapasitas 110m³ (110.000 liter) untuk melayani masyarakat Laindatang dan Hambarita, yang sumber air alaminya langka atau tidak tersedia.
Tingkatkan Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat
Sediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari—minum, memasak, kebersihan, dan sanitasi—mengurangi penyakit yang ditularkan melalui air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Maksimalkan Pemanfaatan Air Hujan
Pasang talang dan sistem penyaringan untuk menampung dan menyaring air hujan dari atap, memanfaatkan musim hujan yang pendek untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau panjang (Mei–November).
Mendorong Keberlanjutan Lingkungan
Dorong pemanfaatan air hujan sebagai solusi yang tahan iklim dan ramah lingkungan untuk akses air jangka panjang di daerah pedesaan terpencil.
Berdayakan Masyarakat Lokal
Libatkan penduduk setempat melalui pembentukan Komite Air Bersih untuk mengelola dan memelihara sistem, memastikan kepemilikan dan keberlanjutan lokal.
Timeline
1. Tahap Awal – Survei, Koordinasi, dan Penjangkauan Masyarakat
Durasi: 2 minggu
Penilaian lokasi dan survei teknis.
Pertemuan pemangku kepentingan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Sosialisasi proyek untuk memastikan partisipasi dan rasa kepemilikan masyarakat
2. Tahap Implementasi – Pembangunan Sistem Pemanenan Air Hujan 110 m³
Durasi: 12 minggu
Penggalian, pondasi, dan pembangunan waduk.
Pemasangan struktur atap resapan, talang, dan sistem filtrasi.
Pembangunan saluran intake dan luapan.
Pemeriksaan kualitas akhir dan langkah-langkah keselamatan
3. Tahap Pasca-Implementasi – Pemantauan dan Evaluasi
Durasi: 2 minggu (awal), dengan tinjauan berkala yang berkelanjutan
Evaluasi kinerja sistem dan uji fungsionalitas.
Pelatihan masyarakat tentang penggunaan dan pemeliharaan.
Pelaporan dan dokumentasi akhir.
Total Perkiraan Durasi: 3,5 bulan (14 minggu)
Biaya Proyek
Total anggaran proyek diperkirakan sebesar Rp365.753.875.
Lokasi Proyek
Donatur
Partner
Pendukung
