Bangun Mbinu Dita

AKSES AIR BERSIH UNTUK DESA TERTINGGAL

Akses air bersih untuk desa tertinggal

Kenapa Air?

Air merupakan salah satu kebutuhan utama manusia
Di Mbinudita, air merupakan salah satu energi yang saat ini cukup sulit untuk didapatkan, selain dikarenakan jenis tanah yang berbatu yang menyebabkan air berada jauh dari
permukaan tanah, juga dikarenakan tidak banyaknya titik sumur yang tersedia, sehingga warga harus berbondong-bondong ke sumur yang seringkali kering atau berjalan 1.5-3 kilometer ke mata air.

Standar kelayakan kebutuhan air bersih adalah 49,5 liter/kapita/hari. Badan dunia UNESCO sendiri pada tahun 2002 telah menetapkan hak dasar manusia atas air yaitu sebesar 60 ltr/org/hari.

Bagaimana masyarakat Mbinudita mendapatkan air
Sekitar 1,5 – 3 Km dari daerah pemukiman penduduk, terdapat satu sumber mata air yang cukup besar yang bernama Matawai Payunu, biasanya masyarakat Mbinudita mengambil air disana untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Dengan menggunakan bantuan jerigen 5 liter, biasanya 1 orang dapat mengambil 3-5 jerigen, namun dengan alat bantu transportasi Sapi atau kerbau, mereka bisa lebih banyak memuat hingga 10 jerigen.

Ada juga sumur tradisional, dengan kedalaman 12-35 meter yang sejatinya merupakan resapan air hujan. Biasanya mama-mama juga mengantri untuk cuci pakaian dan dibawa pulang untuk kebutuhan dapur. Tidak jarang juga dijumpai satwa ternak juga ikut mengantri untuk mendapatkan jatah air.

Apa yang akan kita lakukan untuk mereka?
Kita akan membuat sumur bor untuk warga sekolah Mbinudita dan warga sekitar sekolah Mbinudita. Sumur bor ini akan dilakukan oleh Tim yang telah memiliki pengalaman di Sumba Timur untuk dapat menemukan air tanah yang cukup baik dengan berbagai tipe tanah dan batuan. Sumur bor ini diperkirakan memiliki kedalaman kurang lebih 60-90 meter.

Dimana sumur akan dibor
Sumur Bor ini akan di gali di atas lahan Bapak Indra, jaraknya kurang lebih 160-250 meter di bawah sekolah dengan kedalaman kurang lebih 60 meter.

proses yang telah dilakukan

Pertemuan Warga
Dalam pertemuan ini, disampaikan bahwa pengeboran sumur ini dari warga dan untuk warga, sehingga dibutuhkan dukungan penuh dari warga Mbinudita untuk bersama-sama bekerja untuk mendapatkan air bersih.
Pembuatan pondok kerja
Warga sudah memulai membuat pondok kerja untuk tim Juru Bor Sumur yang akan segera bekerja sebelum musim penghujan tiba. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal bambu dan kayu yang bisa didapatkan dari sekitar, milik warga Mbinudita. Kerja gotong royong ini berjalan dengan baik, hanya memakan waktu kurang lebih 1 hari dengan jumlah warga kurang lebih 10 orang.
Pembukaan Akses
Pembukaan akses ini diperlukan nanti untuk kendaraan roda empat sampai di titik pengeboran, karena alat berat akan dibawa dengan truk. Demikian juga beberapa material lainnya. Akses ini hanya sementara untuk memudahkan proses pengeboran, selebihnya akan kembali menjadi semak savana.

Biaya Proyek

 

Deskripsi Jumlah
Penyediaan akses air bersih bagi warga sekolah dan warga sekitar di Mbinudita : Rp 482.612.000
Pelatihan membangun infrastruktur air bersih dengan teknologi tepat guna : Rp 11.895.000
Pelatihan gaya hidup sehat dan penyediaan fasilitas sanitasi : Rp 393.835.000
Operational Cost : Rp 165.620.000
Total : Rp 1.053.962.000
Beranda 5 Proyek 5 Bangun Mbinudita – Akses Air Bersih untuk Mbinudita