Laindatang Water Connections – Tahap IV
Laindatang Water Connections – Tahap IV
Proyek Kategori
Kawan Sehat
Tahun Proyek
Tipe Proyek
– Pemanfaatan Air Hujan & Sistem Keamanan Air Berbasis Komunitas
Durasi
5 Bulan
Masalah
Desa Laindatang dan Hambarita di Sumba Timur mengalami musim kemarau yang berkepanjangan dan krisis air yang berulang. Selama periode kekeringan, keluarga menghadapi kesulitan ekstrem dalam mengakses air yang aman dan terjangkau.
Banyak rumah tangga bergantung pada sumber air yang jauh atau harus membeli air dengan harga tinggi—menimbulkan beban keuangan yang berat bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Akses air yang terbatas juga memengaruhi:
– Praktik kebersihan dan sanitasi
– Risiko penyakit yang ditularkan melalui air
– Kehadiran sekolah dan kondisi pembelajaran di SD Negeri Laindatang
Tanpa infrastruktur penyimpanan air yang andal, masyarakat tetap sangat rentan selama bulan-bulan kering.
Solusi
Melalui Program Sambungan Air Laindatang – Fase IV, sebuah waduk penampungan air hujan dari beton bertulang dengan kapasitas penyimpanan 114.000 liter (114 m³) dibangun di lahan milik sekolah di SD Negeri Laindatang.
Sistem ini meliputi:
– Atap penampungan air hujan seluas 75,6 m²
– Jaringan talang dan pipa
– Unit filtrasi dua tahap
– Mekanisme pengaman luapan dan drainase
– Sistem distribusi yang dikelola masyarakat
Proyek ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan lebih dari 30 anggota masyarakat selama pembangunan. Sebuah Komite Air Desa secara resmi dibentuk untuk memastikan pengoperasian, pemeliharaan, dan keberlanjutan keuangan jangka panjang.
Dampak yang Diharapkan
Proyek ini dirancang untuk menciptakan peningkatan yang terukur dan jangka panjang:
– Peningkatan Akses Air Bersih
Pasokan air yang andal sepanjang tahun bagi penduduk Laindatang dan Hambarita, termasuk siswa dan guru SD Negeri Laindatang.
– Pengurangan Pengeluaran Rumah Tangga
Ketergantungan yang lebih rendah pada air yang dibeli, mengurangi tekanan keuangan pada keluarga rentan.
– Kesehatan Masyarakat yang Lebih Baik
Praktik kebersihan yang lebih baik dan pengurangan risiko penyakit yang ditularkan melalui air.
– Keberlanjutan Lingkungan
Promosi pemanenan air hujan yang ramah lingkungan dan pengurangan tekanan pada sumber air tanah.
– Pemberdayaan Masyarakat
Sistem yang dikelola secara lokal dengan mekanisme pemeliharaan yang jelas dan tanggung jawab bersama.
– Dukungan untuk Pendidikan
Sanitasi yang lebih baik dan kondisi belajar yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Hasil Proyek
Proyek ini diselesaikan dalam waktu lima bulan dan sekarang beroperasi penuh.
Hasil utama meliputi:
– Waduk terisi penuh (114 m³) selama puncak musim hujan
– Sistem beroperasi sesuai spesifikasi desain teknis
– Tidak ada retakan struktural atau kebocoran yang terdeteksi selama inspeksi
– Sistem filtrasi dan luapan berfungsi dengan baik
– Perbaikan kecil diidentifikasi untuk optimasi penampungan air hujan (tidak kritis)
– Penyerahan resmi selesai kepada SD Negeri Laindatang
– Komite Air Desa dibentuk (5 anggota)
– Sistem kontribusi pemeliharaan bulanan disepakati:
– Rp 5.000 / rumah tangga
– Rp 50.000 / sekolah
– Lebih dari 210 penerima manfaat langsung kini memiliki akses yang lebih baik ke air bersih, termasuk:
– 160 anggota masyarakat
– 90 siswa dan guru
Waduk ini berfungsi sebagai sumber air utama selama musim kemarau, secara signifikan memperkuat ketahanan air lokal.
Biaya Proyek
Rp 336,332,645
Partner