Terangi Masa Depan 2025!
Proyek Kategori
Kawan Sehat
Tahun Proyek
Tipe Proyek
– Akses Energi
– Dukungan Pendidikan
– Promosi Kesehatan Masyarakat
Durasi
12 Bulan
Masalah
Sumba Timur tetap menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan akses listrik terendah.
Banyak sekolah—terutama di desa-desa terpencil—tidak terhubung dengan listrik PLN, sehingga anak-anak terpaksa belajar menggunakan lampu minyak tanah, lilin, atau sinar matahari sebelum senja.
Kurangnya penerangan berdampak pada:
– Pendidikan: siswa tidak dapat belajar di malam hari; sekolah tidak dapat menggunakan alat digital.
– Kesehatan: Anak-anak menghirup asap dari lampu minyak tanah.
– Keselamatan: Berjalan dalam gelap menimbulkan risiko.
– Kesempatan: keluarga kehilangan waktu malam yang berharga untuk belajar dan produktivitas.
Dengan 25 sekolah prioritas yang masih menunggu penerangan, kebutuhan tersebut tetap mendesak.
Solusi
Melalui program Light Up the Future, Kawan Baik Indonesia dan para mitranya mendistribusikan lampu belajar bertenaga surya SolarBuddy dan JuniorBuddy ke sekolah-sekolah di daerah terpencil di Sumba Timur. Upaya ini mencakup impor 2157 JuniorBuddy dan 24 StudentBuddy dari Australia ke Sumba, mendirikan gudang logistik khusus, dan melakukan pengecekan kualitas dengan bantuan sukarelawan. Tim kami melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor off-road dan kendaraan 4WD—dan dalam beberapa kasus, berjalan kaki lebih dari 15 km dari akses jalan terakhir—untuk mencapai sekolah-sekolah yang tidak dapat diakses melalui jalan darat. Bersamaan dengan distribusi, kami menyediakan pendidikan PHBS, pelatihan tentang penggunaan dan perawatan lampu, serta mendokumentasikan semua penerima manfaat melalui aplikasi pelaporan yang dibuat khusus.
Dampak yang Diharapkan
Program ini menciptakan peluang belajar yang lebih baik bagi anak-anak yang kini dapat belajar dengan aman di malam hari dan mengurangi risiko kesehatan dengan menghilangkan paparan asap lampu minyak tanah. Dengan penerangan yang aman dan teruji, guru dapat meningkatkan aktivitas kelas dan kualitas pembelajaran. Sesi PHBS juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan hidup sehat. Selain itu, data waktu nyata dari aplikasi distribusi meningkatkan transparansi bagi para donatur dan mitra.
Hasil Proyek
Pada fase distribusi pertama, kami berhasil mengirimkan 713 lampu JuniorBuddy dan 8 unit StudentBuddy ke 9 sekolah di empat kecamatan: Umalulu, Lewa, Haharu, dan Kahaungu Eti. Aplikasi Distribusi SolarBuddy khusus dikembangkan untuk mendukung pengumpulan data dan transparansi selama proses berlangsung. Kampanye kesehatan PHBS dilakukan di semua sekolah yang berpartisipasi, dan 24 guru ikut serta dalam upacara penyerahan resmi. Gudang yang baru dibangun kini beroperasi penuh dan siap mendukung fase distribusi selanjutnya.
Biaya Proyek
Total Realisasi Proyek (Fase 1): Rp 135.219.304
Donasi yang Diterima: Rp 135.245.381
Sisa Saldo: Rp 26.077
Pendanaan yang Dicakup:
– Penanganan & logistik impor
– Pembangunan gudang
– Pengecekan kualitas 2157 lampu
– Distribusi lapangan ke sembilan sekolah
– Pengembangan aplikasi
– Kampanye kesehatan di sembilan sekolah
– Pemantauan & evaluasi
Donatur
Partner

